MENGONTROL DIABETES –
PERAWATAN YANG EFEKTIF
DAN PENTING
Semua tipe diabetes dapat dirawat. Diabetes tipe 1
berlangsung sepanjang hidup, tidak ada pengobatan yang diketahui. Tipe 2
biasanya berlangsung sepanjang hidup, tetapi beberapa orang memanage diabetes
dengan menghilangkan gejala yang ada tanpa obat, melalui kombinasi olah raga,
diet dan pengontrolan berat badan.
Diet khusus dapat membantu penderita diabetes tipe 2
mengontrol kondisinya.
Beberapa peneliti dari Mayo Clinic Arizona di Scottsdale
menunjukkan bahwa operasi bypass lambung dapat membalik diabetes tipe 2 dalam
sejumlah besar pasien. Mereka menambahkan bahwa dalam 3 sampai dengan 5 tahun
penyakit dapat terulang kira-kira 21%. Dokter Yessica Ramos
mengatakan,”Rata-rata berulangnya penyakit tersebut dipengaruhi oleh sejarah panjang
penderita diabetes tipe 2 sebelum operasi. Pembedahan awal berkaitan dengan
kegemukan, pertumbuhan diabetes, akan meningkatkan durasi pengulangan diabetes
tipe 2.”
Pasien dengan diabetes tipe 1 dirawat dengan injeksi insulin,
diet dan olah raga.
Pasien dengan diabetes tipe 2 biasanya dirawat dengan tablet,
olah raga dan diet khusus, tetapi kadang-kadang suntikan insulin juga
diperlukan.
Jika diabetes tidak dikontrol, pasien akan memiliki resiko
lebih tinggi akan adanya komplikasi.
Komplikasi yang bisa
terjadi karena buruknya pengontrolan diabetes :
- komplikasi mata – glukoma, katarak, diabetes retinopati
- Komplikasi kaki – gangguan urat saraf, borok, dan kadang-kadang luka di kaki yang memerlukan amputasi untuk penyembuhannya.
- komplikasi kulit – orang dengan diabetes lebih rentan terkena infeksi kulit dan penyakit kulit lainnya.
- Masalah Jantung – seperti sakit jantung, ketika suplay darah ke otot jantung berkurang
- Hipertensi – kebanyakan orang yang memiliki diabetes, memiliki resiko terhadap penyakit ginjal, masalah mata, serangan jantung dan stroke.
- Kesehatan Mental – diabetes yang tidak dikontrol meningkatkan resiko depresi, kegelisahan dan beberapa penyakit mental lainnya.
- Hilangnya pendengaran – pasien diabetes memiliki resiko lebih tinggi terhadap masalah pendengaran.
- Penyakit Gusi – ada banyak kecenderungan bagi penderita diabetes mengalami sakit gusi.
- Sakit lambung – otot-otot perut berhenti bekerja
- Ketoacidosis – sebuah kombinasi antara ketosis dan acidosis; akumulasi dari keton tubuh dan acidity dalam darah.
- Neuropathy – neuropati diabetes adalah tipe kerusakan saraf yang dapat menyebabkan beberapa permasalahan
- HHNS (Hyperosmolar Hyperglycemic Nonketotic Syndrome) – tingkat gula darah terlalu tinggi dan tidak ada ketones di dalam darah atau urin. ini adalah kondisi emergensi.
- Nephropathy – tekanan darah yang tidak dikontrol dapat mengarah pada penyakit ginjal.
- PAD (Peripheral arterial disease) – gejala-gejalanya mungkin termasuk sakit di kaki, ketidakseimbangan dan kadang-kadang permasalahan dalam berjalan.
- Stroke – jika tekanan darah, tingkat kolesterol dan tingkat gula darah tidak dikontrol, resiko terjadinya stroke sangat kuat.
- Disfungsi Ereksi – impetensi pada laki-laki.
- Infeksi – pengontrolan diabetes yang buruk sangat mudah terkena infeksi
- Penyembuhan luka – luka dan lesi sangat lama sembuhnya.
(Diterjemahkan dari www.medicalnewstoday.com)