APAKAH DIABETES ITU?
Diabetes sebagaimana sering disebutkan oleh para doktter
sebagai Diabetes Melitus menggambarkan sejumlah penyakit metabolisme dimana
seseorang memiliki gula darah tinggi, karena produksi insulin tidak mencukupi.
atau karena sel-sel tubuh tidak merespon dengan baik terhadap insulin. Pasien
dengan gula darah tinggi akan mengalami sering buang air kecil, mereka menjadi
mudah haus (polydipsia) dan lapar polyphagia
Fakta seputar Diabetes
Ini ada beberapa poin penting tentang diabetes:
- Diabetes adalah kondisi jangka panjang yang menyebabkan tingkat gula darah tinggi.
- Pada tahun 2013 perkiraan lebih dari 382 juta orang di seluruh dunia mengalami diabetes (Williams textbook of endocrinology)
- Diabetes tipe 1 – tubuh tidak menghasilkan insulin. Kurang lebih 40% dari seluruh kasus diabetes adalah diabetes tipe 1.
- Diabetes tipe 2 – tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup untuk fungsi yang sebenarnya. kurang lebih 90% dari semua kasus diabetes di dunia adalah tipe ini.
- Gestational Diabetes – tipe ini sering mempengaruhi perempuan selama hamil.
- Gejala diabetes yang paling umum adalah sering buang air kecil, sering haus dan lapar, penambahan berat badan, turunnya berat badan yang tidak biasa, kelelahan, luka dan memar yang tidak sembuh-sembuh, disfungsi sex bagi laki-laki, mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki.
- Jika anda memiliki diabetes tipe 1 dan mengikuti pola makan sehat, lakukan olah raga dan pakai insulin, anda dapat hidup normal.
- Pasien diabetes tipe 2 perlu makan secara sehat, aktif secara fisik, dan melakukan tes gula darah. Mereka mungkin perlu minum obat dan atau insulin untuk mengontrol tingkat gula darahnya.
- Resiko penyakit kardiovaskular lebih tinggi bagi penderita diabetes, penting untuk memonitor tekanan darah dan tingkat kolesterol secara teratur.
- Merokok memiliki efek serius bagi kesehatan kardiovaskular, penderita diabetes harus berhenti merokok.
- Hypoglycemia – gula darah rendah – dapat menyebabkan efek buruk bagi pasien.
- Hyperglycemia – ketika gula darah terlalu tinggi – dapat juga menyebabkan efek buruk bagi pasien.
(Diterjemahkan dari www.medicalnewstoday.com)